2019 Penerima PKH dapat Kado dari Jokowi

0
260

Jakarta – Pemerintah Indonesia yang di Pimpin Jokowi – JK telah menargetkan tahun depan untuk menekan angka kemiskinan melalui Program Keluarga Harapan (PKH). Hal ini menjadi angin segar bagi Keluarga penerima manfaat (KPM).

Tahun depan jokowi mengangarkan hampir dua kali lipat dibandingkan tahun ini hanya sebesar Rp 19,3 Triliun maka tahun depan tentu ini angka yang sangat fantastis, Rp34,4 triliun yang di khususkan bagi KPM yang jumlahnya sekitar sekitar 10 juta keluarga.

“Yang punya (anak) SD sederajat ada tambahan Rp900 ribu, SMP tambahan Rp1,5 juta, SMA/SMK Rp2 juta. Gede banget ini. Mungkin nanti ada yang dapat Rp4 juta-Rp6 juta (setiap tahun),” kata Jokowi di Istana Negara, Kamis (13/12).

Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita menambahkan Tak hanya menaikkan anggaran dana PKH. Mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga berencana menaikkan jumlah penerima KPH menjadi 15,6 juta kepala keluarga pada 2020 mendatang hal ini sesuai dengan Program jangka panjang Pemerintah Indonesia sebab itu murni, tidak ada nuansa politik didalam janji Pak Presiden.

“dalam janji Presiden menaikkan jumlah penerima PKH pada 2020 tidak ada nuansa politis. Sebab, rencana itu merupakan program jangka panjang pemerintahan pak Jokowi,” ujar Menteri Sosial.

untuk jumlah yang akan di terimah oleh KPM tentu ini berbeda dengan tahun ini, jika sebelumnya dana PKH yang diterima KPM sebesar Rp 1,89 juta per keluarga per tahun. Kini, dananya disesuaikan berdasarkan indeks bantuan sosial PKH tahun 2019. Di mana, untuk bantuan tetap satu keluarga, reguler Rp 550.000 per keluarga per tahun, PKH Akses atau khusus keluarga yang sulit terjangkau sebesar Rp 1 juta per keluarga per tahun.

Jika dalam satu keluarga ada ibu hamil dan balita akan mendapatkan biaya tambahan. para keluarga penerima manfaat pun masih bisa mendapatkan tambahan yang besar sebesar Rp 2,4 juta. Yaitu berasal dari bantuan komponen setiap jiwa.

Tidak hanya itu, jika terdapat anak SD sederajat mendapat tambahan Rp 900 ribu, anak SMP sederajat sebesar Rp 1,5 juta, anak SMA sebesar Rp 2 juta, penyandang disabilitas sebesar Rp 2,4 juta, dan lansia di atas 60 tahun sebesar Rp 2,4 juta.

Maka jika melihat angka tersebut, untuk keluarga miskin reguler total dalam satu tahun bisa menerima Rp 9,75 juta per keluarga. Dengan hitungan maksimal empat komponen. Sedangkan untuk PKH akses atau keluarga sulit terjangkau jika di hitung dengan komponen yang nilainya paling tinggi, bisa mendapatkan bantuan mencapai Rp 10,2 juta per keluarga per tahun.

(*_*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here