Dari Tukang Kayu Hingga Politisi Yang Mengundang Decak Kagum

Penulis: Mohamad Rifki Tegila. Ketua LENTERA (Leko Binolombangan Teman Rakyat).

0
255

Opini – Setiap generasi pasti akan menorehkan sejarahnya sendiri, dalam setiap fase lembaran arsip-arsip yang menjadi acuan generasi dalam merancang strategi untuk meramaikan bursa calon pemimpin dimasa mendatang, adalah sebuah siklus yang kenyataanya tidak bisa kita pungkiri bersama.

Jalan Leko menuju DPRD, Bolaang Mongondow Utara sudah dekat. Secara mengejutkan perolehan suara Leko pada pemilihan legislatif Bolaang Mongondow Utara tahun 2014 berhasil mencapai kuota sebagai syarat untuk menduduki kursi para Dewan tersebut. Tidak ada selebrasi mewah baik Leko ataupun pendukungnya sesaat setelah perhitungan suara. Di kediamanya kerumunan masyarakat baik simpatisan maupun relawan Partai telah berdatangan untuk menyampaikan ucapan selamat dan empati sebagaimana masyarakat mengetahui hasil setelah perhitungan suara bahwa Leko memenuhi suara terbanyak untuk menduduki DPRD dan memegang kendali sebagai ketua Dewan.

Cita-cita yang dipupuk Leko melalui niatan baiknya telah terpenuhi walaupun sebatas hasil perhitungan suara Pada pemilihan legislatif di tahun 2014. “Dalam hitung-hitungan politik saya telah mengantongi satu kursi di Dewan”, ujar Leko saat di jumpai tamu-tamu, pendukungnya setelah perhitungan suara waktu itu.

2014 yang silam bagi Leko, sebagai pendatang baru di dunia politik sekian banyak persoalan dan tekanan datang menghantamnya. Setelah beberapa bulan pemilihan legislatif, pada pelantikan Anggota DPRD Bolaang Mongondow Utara nama yang di gadang-gadang memenuhi suara terbanyak tersebut tidak terdaftar sebagai salah satu Anggota yang akan di lantik sebagai Dewan. Terlepas kemenanganya merebut suara terbanyak di pemilihan legislatif, Leko harus memenuhi berbagai macam panggilan sidang yang menyeretnya berhadapan dengan hukum dan Membuatnya beberapa waktu menekam di jeruji besi. Kesalahan Administrasi membuat Partai harus membijaksanai dengan melakukan Pergantian Antar Waktu (PAW), sementara Leko harus menyelesaikan kasus dan tuduhan kepadanya. Walaupun seteleh melewati berbagai macam sidang, kemudian Mahkama Agung (MA) memutuskan bahwa Leko tidak bersalah dan terbebas dari tuduhan atasnya.

Dari cerita tentang anak tukang kayu yang berbisnis hingga hobinya berbagi dan memberi kepada masyarakat, kini dirinya menjadi perbincangan yang mewarnai dunia politik di Bolaang Mongondow Utara. Lima tahun telah berlalu, semangat baru serta dukungan masyarakat kepadanya membawa Nama Reksosiswoyo Binolombangan (Leko) sebagai salah satu kontestan pada Pemilihan Legislatif 2019.

Kekuatannya terletak pada karakter yang sederhana dan jujur, politisi yang tak berjarak dengan masyarakat dan senang menyebutkan dirinya sebagai tukang kayu. seringkali bercengkrama dengan warga hingga larut malam Leko menerobos sekat-sekat yang selama ini memisahkan antara politisi dan masyarakat. Langkah berani yang di ambilnya untuk kembali mencalonkan diri pada Pemilihan Legislatif adalah ikhtiar dirinya utnuk berkarya sebagai politisi di Bolaang Mongondow Utara, Sebuah refleksi atas dasar mempertahankan dan membangun tatanan struktur demokrasi.

Kekaguman kepadanya di tengah carut marut perpolitikan kita saat ini, Saya bersukur bisa mengenal sifatnya yang jujur pada kelemahan diri tapi terus berusaha untuk berpusat pada kemurahan hati, kebajikan dan rasa hormat kepada orang lain. Karakter inilah yang kemudian bisa membentuk sosok pemimpin sejati, sosok yang terus menginspirasi, Memandu dan memimpin dengan baik melampaui zamannya. Bahkan ketika dirinya mendapati keterpurukan sekalipun, sosok inspiratif dalam dirinya membuat ia bangkit.

Saat bertemu dengan masyarakat, melalui kesantunan dan tutur katannya yang sopan Leko mampu memikat simpati dan perhatian siapa saja. Bahasanya sederhana seperti warga kebanyakan, jika berhadapan dengan masyarakat, ia berkomunikasi menggunakan bahasa rakyat, memahaminya dan membantu setiap keluh kesah yang di adukan Masyarakat kepadanya.

Dalam sejarah republik, kesederhanaan setidaknya telah di peragakan oleh Joko Widodo yang telah melekat lebel kepada dirinya sebagai “Wali Kaki Lima”. Dengan kesederhanaan Jokowi telah menunjukan dengan baik bagaimana cara memanusiakan manusia. Dalam perjalanan kisah kesederhanaan itulah menjadikan jokowi sebagai politisi santun yang menjabat presiden Republik Indonesia.

Teladan kesederhanaan itu yang mulai hilang dalam setiap penampilan politisi, dan Leko saat ini tengah menampilkannya. Dengan latar belakang sebagai pengusaha mebel kesedarhanaan dan kejujuran telah ia perlihatkan terhadap masyarakat. Seperti yang dicontohi para pemimpin-pemimpin hebat, Soekarno misalnya bukan bagaimana ”meraih Kesuksesan”, tapi terutama bagaimana membangun karakter. Sebab tidak ada efektifitas tanpa disiplin dan tak ada disiplin tanpa karakter.

Dalam momen inilah, momen pemilihan umum yang di dalamnya adalah pemilihan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah. Segala upaya dan daya melalui taktik strategi politik tengah di pertontonkan setiap politisi di seantero negeri, terkhusus politisi-politisi kelas wahid yang berada di Bolaang Mongondow Utara dan mendambakan setiap dirinya untuk bisa menduduki salah satu kursi Dewan tersebut. Melalui tampilan yang tak berjarak dengan siapapun, Leko berhasil menjadi Idola baru. Ketertarikan masyarakat terhadapnya tak hanya berdatangan dari daerah pilihnya, namun juga datang dari luar daerah pemilihannya. Leko seperti menjadi Identitas baru untuk Bolaang Mongondow Utara, identitas perubahan.

Nama Reksosiswoyo Binolombangan kini fenomenal, berbagai hal unik di suguhkannya di panggung politik. di lakukanya melalui cara-cara ideal yang tidak bisa di lakukan oleh politsi kebanyakan. Tantangan Leko kedepan tak mudah, sebagai politisi yang terhitung baru setumpuk persoalan akan dihadapinya untuk menghadapi Pemilihan Legislatif Bolaang Mongondow Utara 2019, baik tantangan yang datangnya dari lawan politik maupun kawan politiknya. Bila menang, dirinya dituntut membawa harapan baru bagi demokrasi di Bolaang Mongondow Utara yang berbarengan dengan proses pematangan kesadaran politik dan miitansi rakyat terhadapnya.

(*_*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here